Random header image at Benang Merah

Satu Harapan

August 18th, 2009  |  Published in Film Dokumenter

“Satu Harapan” | 2009 | 20 mins | Dir. : Yuli Andari | Produser Eksekutif: KONSEPSI NTB dan Lembaga Ekolabel Indonesia

satuharapan091

“Perempuan dan lingkungan alam tidak dapat terpisahkan…”

Sejak tahun 1995 sejumlah 6.000 KK atau 18.000 jiwa masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan Sesaot, menggantungkan sumber penghidupan ekonominya dari pengelolaan kawasan tersebut. Setelah Reformasi 1998, berbagai upaya untuk mereformasi sektor kehutanan dilakukan, salah satunya dengan dibentuknya skema Hutan Kemasyarakatan (HKm). HKm memberi harapan baru bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari kawasan hutan. Inak Sapiah, 40 tahun, sehari-harinya masuk hutan untuk mengambil buah-buahan seperti pisang, rambutan, dan umbi-umbian. Film dokumenter ini bercerita tentang perjuangan Inak Sapiah untuk mencukupi biaya hidup harian yang semakin lama semakin meningkat dengan memanfaatkan hak kelola hutan. Pendapatannya yang tak seberapa ia gunakan untuk keperluan makan, biaya pendidikan, beli obat, dan menabung untuk masa depan anak-anaknya. Selama hidupnya, Inak Sapiah memiliki satu harapan yang ingin sekali ia wujudkan. Namun, mampukah ia mewujudkannya?

Location: Lombok Barat, NTB, Indonesia

Leave a Response

About Benang Merah

Hal pertama yang dilakukan sebelum mulai merajut adalah membuat simpul awal/slip knot, untuk memulai tusukan permulaan/cast on. Benang Merah merajut sebuah cerita dalam gambar dan suara. Merajut sebuah kisah dunia pada ruang-ruang ingatan manusia dan kehidupannya. Menjadi simpul pada rajutan selanjutnya. . Subscribe via RSS »