Random header image at Benang Merah

Tiga Film Dokumenter Benang Merah Akan Diputar Belanda

January 28th, 2011  |  Published in Dari Festival Ke Festival

Tiga film dokumenter yang disutradarai oleh Yuli Andari, sutradara kelahiran Sumbawa Besar, NTB akan diputar dalam event Indofilmcafe, di Belanda pada bulan Februari mendatang. Film-film tersebut adalah Joki Kecil (Little Jockey), Bulan Sabit di Tengah Laut (Crescent Moon Over The Sea), dan Satu Harapan (One Hope). Programmer Indofilmcafe, Wandriaans, dalam emailnya kepada penulis menerangkan bahwa film-film tersebut terpilih untuk diputar dalam event Indofilmcafe karena memiliki cerita yang kuat dalam menonjolkan identitas budaya setempat, dikerjakan dengan pendekatan antropologis yang mendalam, serta mengangkat persoalan sosial budaya sebagai representasi Indonesia masa kini.

Ketiga film tersebut diproduksi oleh Benang Merah Production, sebuah rumah produksi profesional yang dijalankan oleh Yuli Andari dan Anton Susilo. Adapun konteks cerita dan lokasi pengambilan gambar ketiga film tersebut semua dilakukan di beberapa daerah di NTB. Film dokumenter pertama, Joki Kecil, mengangkat kisah tentang joki anak-anak dari pulau Sumbawa diproduksi pada tahun 2005. Film dokumenter ini mengeksplorasi budaya tradisional permainan rakyat Maen Jaran sebagai sebuah tradisi masyarakat Sumbawa bertahun-tahun. Film dokumenter ini pernah memenangkan Eagle Award Metro TV tahun 2005 sebagai film terbaik dan film favorit penonton. Selain itu film ini pun pernah memenangkan penghargaan Penyutradaraan Terbaik dalam Tehran International Short Film Festival (TISFF) 2006 di Iran dan Penghargaan Film Terbaik dalam Festival Film Epona 2007 di Prancis.

Film kedua, Bulan Sabit di Tengah Laut, mengangkat realitas tentang perubahan sosial dan budaya yang terjadi pada masyarakat nelayan tradisional di Pulau Bungin, Sumbawa. Film ini menggunakan pendekatan observatory cinema yang intens mengikuti perubahan pola pikir dan orientasi sebuah keluarga Orang Bajo yang dulunya dikenal sebagai orang laut. Film ini juga pernah mendapat penghargaan sebagai naskah dokumenter terbaik Jakarta International Film Festival (JIFFEST) 2006, dan terpilih sebagai 19 Film Dokumenter Terbaik dalam New Asian Currents, Yamagata International Documentary Film Festival (YIDFF) 2009 di Jepang.

Sedangkan film ketiga, Satu Harapan, mengisahkan tentang kehidupan seorang ibu penggarap hutan di Kawasan Hutan Sesaot, Lombok Barat. Film dokumenter ini pernah memenangkan penghargaan sebagai film terbaik South to South Film Festival 2010, dan akan diputar di IAWRT International Women Film Festival di New Delhi, India pada bulan Maret mendatang.

Sebagai sutradara Yuli Andari mengaku sangat bangga ketiga film yang disutradarainya mendapat apresiasi yang cukup baik sehingga akan diputar dalam sebuah forum diskusi pecinta budaya Indonesia (Indofilmcafe) di Belanda. Ia juga senang karena dapat mengangkat persoalan sosial budaya Indonesia khususnya NTB sebagai bahan diskusi publik nasional maupun Internasional. “Semoga film-film tersebut dapat menjadi titik masuk untuk berdiskusi tentang persoalan sosial di Indonesia khususnya NTB sehingga penonton dapat lebih mengenal dengan dekat sehingga bisa berkontribusi pada perubahan sosial di Indonesia khususnya NTB,” tuturnya.bulan-sabit-di-tengah-laut

Leave a Response

About Benang Merah

Hal pertama yang dilakukan sebelum mulai merajut adalah membuat simpul awal/slip knot, untuk memulai tusukan permulaan/cast on. Benang Merah merajut sebuah cerita dalam gambar dan suara. Merajut sebuah kisah dunia pada ruang-ruang ingatan manusia dan kehidupannya. Menjadi simpul pada rajutan selanjutnya. . Subscribe via RSS »