Random header image at Benang Merah

Cita-Cita Tak Hanya Teraih Dari Bangku Sekolah

June 18th, 2010  |  Published in Cerita Dibalik Layar

Mengejar impian dan meraih cita-cita ternyata tak cukup hanya bermodalkan ikut kegiatan rutin belajar di sekolah. Karena, sebagai sebuah institusi formal pendidikan, sekolah tidak memberikan segalanya tetapi hanya menyediakan jembatan untuk meraih cita-cita. Hal tersebut disampaikan oleh Ida Ansharyani, mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan di Sorbonne, Prancis yang menjadi salah seorang pembicara diskusi “Semangat Meraih Pendidikan” diusai pemutaran perdana film dokumenter “Cita-Citaku” di aula lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, 17 Juni 2010 lalu. Selain Ida Ansharyani, pembicara lainnya yaitu Khairiman, wakil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa dan Yuli Andari, sutradara film dokumenter “Cita-citaku” juga menjawab banyak pertanyaan dari penonton dan peserta diskusi tersebut. Diskusi ini dipandu oleh Rizal Najjara, seorang dosen muda yang memiliki dedikasi tinggi di bidang pendidikan.

Pada saat sesi tanya jawab, peserta yang kebanyakan dari siswa SMP dan SMA berebut bertanya tentang tips-tips meraih cita-cita. Selain itu, pertanyaan seputar bagaimana cara agar orang tua memahami cita-cita anaknya juga menjadi perbincangan yang menarik selama diskusi berlangsung. Desi Anggraini, salah seorang siswa bercerita tentang cita-citanya yang ‘tidak biasa’ sehingga orang tuanya sepakat. Keinginan orang tuanya adalah agar ia menjadi pegawai negeri supaya hidupnya terjamin sampai hari tua. Beberapa pertanyaan lain tentang bagaimana proses pembuatan film dokumenter “Cita-Citaku” yang disutradarai oleh Yuli Andari serta beberapa pertanyaan tentang bagaimana pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa merespon persoalan pendidikan didaerahnya.

Acara Pemutaran Keliling Film Dokumenter Pendidikan 2010 sekaligus menjadi ajang pemutaran perdana film dokumenter “Cita-Citaku” ini diprakarsai oleh Benang Merah Production yang bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi masyarakat di Sumbawa Besar, Mataram, dan Taliwang (tiga kota di NTB) terhadap film dokumenter pendidikan. Pemutaran keliling di kota pertama, Sumbawa Besar, menghadirkan ratusan penonton yang terdiri dari siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Benang Merah Production sebagai salah satu produsen film dokumenter yang berbasis di Yogyakarkarta masih mengadakan pemutaran keliling di Mataram pada tanggal 19 Juni 2010 dan Taliwang pada tanggal 22 Juni 2010. Acara dikemas dengan interaktif dengan banyak doorprize bagi para peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. (YA)

dsc01106_resize

dsc01114_resize

dsc01117_resize

dsc05056_resize

Leave a Response

About Benang Merah

Hal pertama yang dilakukan sebelum mulai merajut adalah membuat simpul awal/slip knot, untuk memulai tusukan permulaan/cast on. Benang Merah merajut sebuah cerita dalam gambar dan suara. Merajut sebuah kisah dunia pada ruang-ruang ingatan manusia dan kehidupannya. Menjadi simpul pada rajutan selanjutnya. . Subscribe via RSS »